Pesan Ibu Untukku


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Tentang ibu...
Sosok ibu itu berbeda-beda bagi setiap orang. Tapi, yang pasti ibu adalah segalanya, benar kan? Berbicara tentang ibu, bagiku dia sosok yang sabar, tapi juga pemarah untuk beberapa hal, yaa itu karena kelakuanku sendiri dan adikku. Tetapi itu dulu, sekarang aku mulai memahami setelah aku jauh dari orang tuaku.

Sebelum lebih jauh, Aku ingin memperkenalkan diri dengan singkat. Namaku Putri Indah Lestari. Sekarang umurku sudah 18 tahun. Sudah cukup tua, dan harus lebih dewasa, bukan?? :”) . Ya, begitulah seharusnya. Sekarang aku semester 1, menjelang semester 2.

Sudah 4 bulan aku diperantauan, belum kunjung pulang ke kampung halaman. Terkadang iri dengan teman yang rumahnya dekat, bisa selalu bersama ibunya, ayahnya, kakaknya, adiknya. Dan itu sangat membuatku rindu. Apalagi dengan sosok Ibu. Yang biasanya mengatur segala hal dirumah dengan tangkasnya, kesana kemari mengurus banyak hal.

Jadi ingat kebiasaan ibu dirumah. Ibuku bangun pagi-pagi sekali. Menyiapkan beberapa hal sebelum kami bangun. Aku tidur dikamar berbeda dengan ibuku. Pada waktu subuh, kalo adzan dan aku belum bangun-bangun, ibu datang mengetuk-ngetuk pintu kamarku.

“Indah, bangun. Shalat”.
“iya” . Duduk tenang bentar, mengumpulkan nyawa. Baru keluar kamar melaksanakan shalat Subuh sama ayah, ibu, dan adik-adikku. (Ayah kadang shalat dirumah).
Kadang aku tidak menyahut, karena masih ngantuk berat. (Huhh.. Godaan syaitonnya. Astaghfirullah). Lalu beberapa menit kemudian Ayah yang datang membangunkan.
“Indah. Bangun. Cepatan” ketuk-ketuk pintu dengan kerasnya. Wahh.. Kalo ayah yang ngetuk, rasanya jantung mau copot. Langsung duduk, berdiri, keluar, ambil wudhu, shalat subuh berjamaah. Masyaallah... Rindu sekali.

Setiap selesai shalat, aku cium tangan ayahku, ibuku. Kalo aku mencium ibu, biasanya cium tangan pipi kanan, pipi kiri begitu. Setelah shalat, baru siap-siap kesekolah. Disitu ibu sudah menyiapkan segalanya. Setiap aku mau berangkat, pamit dulu sama ayah ibu.

Ibu selalu mengingatkan aku, dengan nasehat-nasehatnya. Yang selalu saja diulang-ulang. Tapi nasihat ini pula yang aku ingat hingga saat ini dan akan selalu Indah jalankan.

“Indah, sekolah itu benar-benar. Jangan suka lihat merah hijau”
“Indah, kalo sekolah itu jangan pacaran. Jangan sampai!!”

Merah hijau disitu maksudnya apa-apa yang dimiliki orang, jangan mudah tergiur. Hiduplah dengan sederhananya. Dan dari kecil aku sudah dilarang pacaran oleh ibuku. Ayahku paling keras tentang itu. Aku paling tidak berani mengajak teman laki-laki kerumah. Seumur hidup. Walau hanya kerja kelompok.

Tapi, pernah suatu kejadian. Kelas 1 Aliyah, mau lomba melukis tembok. Teman sekelompok aku itu laki-laki keduanya. Mereka tidak bilang sama sekali, kalo mereka mau kerumah.

“Assalamu’alaikum, Indah” .
Adik laki-lakiku keluar. Melihat ada siapa. “Mencari siapa?”
“Indahnya ada?”
“Ada” kata adikku. Langsung ketuk pintu kamarku. “Kak, ada teman kakak diluar.”

Berpikir. Siapa yang kerumah. Lalu aku keluar. Kaget ada mereka. Ayah ada dirumah. Lalu ikut keluar juga. Ayah keluar masuk- keluar masuk rumah  selama temanku itu ada. Ibu hadir membuat ayah mengerti, bahwa Indah sedang mendiskusikan lomba yang akan diikutinya.

Ibu juga sosok penyelamatku, dari amarah ayah. Tapi inilah wujud kasih sayang orang tua. Mereka ingin anaknya terjaga. Ingatlah, selalu ada makna dibalik nasehat-nasehatnya, larangannya. Dan benar adanya “Kasih sayang ibu tak terbantahkan waktu”, walau jarak aku dan ibu saat ini jauh. Bukan berarti kasih sayangnya putus begitu saja. Juga aku sendiri, malah aku semakin rindu. Tidak sabar menunggu libur tiba. Dan pulang kepelukan ibu.

Buat yang diperantauan, sering-sering komunikasi sama Ayah Ibu. Yang masih serumah sama orang tuanya, bantulah orang tua mengerjakan apa yang sedang mereka kerjakan. Buat yang sudah menikah, jenguklah ibu-ayahmu. Mereka pasti merindukanmu.

Beberapa hari yang lalu peringatan “hari ibu”, kan ya? Bagiku setiap hari adalah hari ibu. Karena, tidak cukup hanya diucapkan pada hari itu saja.

Terima kasih kepada “Jasmine elektrik” dan lagu yang judulnya "Ibu" mengingatkan aku tentang ibu, dari nasehatnya, kesabarannya, dukungan dan do'anya.


@Jasmineelektrik.official
#JasmineElektrik #JasmineElektrikCeritaIbu #mimpiibu

Yang mau kasih kritik saran bisa lewat gmail indah ya : putriindah1808@gmail.com
Follow juga akun instagram : @Putri_indahlstr_  @indd.art_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Himpunan untuk tingkat SMP/MTs

🔰 *BESAR-KECILNYA AMALAN SANGAT TERGANTUNG DENGAN NIAT*